{"id":308,"date":"2026-09-15T12:46:53","date_gmt":"2026-09-15T05:46:53","guid":{"rendered":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/?p=308"},"modified":"2026-09-15T18:38:28","modified_gmt":"2026-09-15T11:38:28","slug":"dari-limbah-bermasalah-jadi-berkah-satu-cita-cita-banjarnegara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/?p=308","title":{"rendered":"Dari Limbah Bermasalah Jadi Berkah Satu Cita-Cita Banjarnegara"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-309\" src=\"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-22-24-217-300x200.jpg\" alt=\"Bata merah bisa dibuat dari limbah di desa Petir atau sedimen di waduk Mrica Banjarnegara\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-22-24-217-300x200.jpg 300w, https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-22-24-217-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-22-24-217-768x512.jpg 768w, https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-22-24-217.jpg 1250w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: Brave<\/p>\n<p><strong>BANJARNEGARA<\/strong> \u2014 Ada dua tumpukan limbah lumpur di Banjarnegara yang selama ini dianggap masalah. Satu berasal dari sisa cucian pasir putih di Desa Petir di Kecamatan Purwanegara yang mengancam aliran sungai. Satu lagi dari sedimentasi dari Sungai Serayu yang menggerus umur pakai waduk Panglima Besar Jenderal Sudirman.<\/p>\n<p>Dua persoalan lingkungan berbeda, tapi berujung pada solusi yang serupa. Pemecahan masalah yang sedang dijajaki adalah diolah menjadi bahan baku batu bata melalui tangan para pengrajin bata Panggisari, Mandiraja.<\/p>\n<p>Kesamaan ini diduga bisa menjadi persaingan dagang bata pada akhirnya. Peristiwanya mirip seperti tetangga hasil Salak, ikut tanam Salak. Tetangga sukses panen Cabai ikut tanam Cabai. Tetangga laris jualan candil ikutan jual candil.<\/p>\n<h2>Hasil Penelitian Pemanfaatan Limbah<\/h2>\n<p>Berbeda dengan petani atau pedagang kecil yang usahanya dimulai dengan nekat dan coba-coba. Usaha pemanfaatan limbah lumpur di Petir dan Mrica sudah melalui pengkajian para ahli. Nastain dan Paulus Setyo Nugroho menuangkan hasil penelitian dalam jurnal berjudul \u2018Pemanfaatan Sedimen Waduk Mrica Untuk Bahan Baku Bata Merah.<\/p>\n<p>Sementara melalui Buletin Sumber Daya Geologi, Vol 11 No 2 (2016), Ghusni Ansori dan Gurharyanto menulis penelitian tentang pasir putih desa Petir. Melalui Jurnal yang berjudul \u2018Pemanfaatan Felspar Desa Wanadri, kecamatan Bawang Dan Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara Untuk Pembuatan Bata Ringan\u2019, mereka menemukan kandungan yang cocok untuk produksi bata ringan atau hebel.<\/p>\n<p>Dua penelitian mengarah solusi limbah jadi bahan bangunan. Padahal justru seharusnya pemecahan masalah di desa Petir dan Waduk Mrican bisa menjadi bukti bahwa satu masalah lingkungan bisa dijawab dengan lebih dari satu solusi, tanpa harus saling menyalip rezeki.<\/p>\n<h2>Arahan Para Pejabat Banjarnegara<\/h2>\n<p>Limbah cucian pasir putih diarahkan Wakil Ketua DPRD Banjarnegara Bambang Suparno menjadi bata merah untuk kebutuhan bangunan. Namun dengan tekstur lebih halus dan kuat, disarankan supaya menjadi bata tempel dan bata hias yang bernilai lebih tinggi.<\/p>\n<p>Sementara sedimen Waduk Mrica lewat pelatihan yang digagas Disperindagkop UKM dan didampingi Quality Control dari CV Bata Kingdom Temanggung juga dibuat menjadi bata. Melalui arahan Kepala Bidang Perindustrian Yusep Handoko, menyarankan hasil produksi menjadi bata ekspos dan bata tempel berstandar ekspor. Sebuah produk bernilai estetika tinggi dengan harga jual yang juga lebih tinggi.<\/p>\n<p>Bata biasa yang biasa dibuat oleh produsen bata di Panggisari digunakan untuk isi dinding bangunan. Satu untuk dinding dekoratif bernilai jual premium. Sama-sama dari limbah, dan sepertinya seperti yang diduga akan berujung rebutan pasar yang sama.<\/p>\n<h2>Alternatif Penggunaan Limbah Supaya Tidak Berebut Pasar<\/h2>\n<p>Maman Fansyah, Ketua Pembina Serayu Network menyebutkan bahwa endapan lumpur (sedimen) berpotensi menjadi bahan keramik.<\/p>\n<p>\u201cBaru potensi bisa. Pernah ke Klampok, kami dorong mereka uji coba, tapi belum ada tindak lanjut,\u201d ungkap Maman.<\/p>\n<p>Penelitian Chusni Ansori dan Gurharyanto menemukan bahwa ada kandungan Silika (SiO2) hingga 60%. Silika selain menjadi bahan utama bata ringan juga bisa jadi bahan Chip komputer.<\/p>\n<p>Harga Silika karungan hanya Rp 2.500 &#8211; 5.000 per kilogram. Seandainya diolah jadi Silikon murni grade A, harganya bisa tembus Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan pada kemurnian 99.999999% sebagai bahan baku chip terjual Rp 2.475 &#8211; 2,6 juta per 100 gram di eBay. Sementara kalau sudah dicetak jadi semikonduktor, harganya kembali berlipat dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.<\/p>\n<p>Silika juga berpotensi menjadi pelapis mobil, bahan untuk penelitian (silika gel), penyaring air, kaca dan keramik tahan panas, hingga cetakan logam.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-310\" src=\"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-20-09-699-300x200.jpg\" alt=\"Bermain cantik dalam dagang Batu bata\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-20-09-699-300x200.jpg 300w, https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-20-09-699-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-20-09-699-768x512.jpg 768w, https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picsart_26-09-15_12-20-09-699.jpg 1250w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<h2>Pentingnya Hilirisasi Sumber Daya Alam<\/h2>\n<p>Di sinilah letak pelajaran pentingnya hilirisasi limbah tidak boleh berhenti pada &#8220;bisa diubah menjadi bata&#8221;. Sebaiknya melangkah ke pertanyaan berikutnya bata jenis apa, untuk siapa, dan dijual ke mana. Atau mau melakukan hilirisasi lebih jauh, misalkan mengubahnya menjadi silikon semikonduktor.<\/p>\n<p>Tanpa diferensiasi ini, inisiatif baik bisa saling menjegal di pasar yang sempit. Dengan diferensiasi, keduanya justru saling melengkapi dan memperbesar kue ekonomi pengolahan lumpur di Banjarnegara secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Tantangannya nyata dan sama-sama sederhana mesin dan sumber daya manusia. Program Bambang masih menanti satu mesin lagi untuk mengangkat 70 persen sisa limbah. Pada bagian produksi bata merah, Program Yusep masih menanti dukungan pembiayaan mesin pengolah tanah dan mesin cetak setelah pelatihan usai. Ini pekerjaan rumah bersama yang seharusnya dijawab dengan sinergi, bukan duplikasi anggaran untuk hal yang sama.<\/p>\n<p>Banjarnegara punya kesempatan menjadi contoh bagaimana problem lingkungan dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan berdampingan. Setiap klaster pengrajin dibiarkan menemukan nichenya sendiri. Bata untuk dinding umum. Bata hias untuk pasar bernilai tambah. Atau bahkan bahan baku keramik dan semikonduktor.<\/p>\n<p>Beragam jalan untuk satu tujuan yaitu mengubah beban sungai dan waduk menjadi berkah bagi warganya sendiri.***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Brave<\/strong> adalah praktisi dagang selama 22 tahun di Banjarnegara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Brave BANJARNEGARA \u2014 Ada dua tumpukan limbah lumpur di Banjarnegara yang selama ini dianggap masalah. Satu berasal dari sisa cucian pasir putih di Desa Petir di Kecamatan Purwanegara yang mengancam aliran sungai. Satu lagi dari sedimentasi dari Sungai Serayu yang menggerus umur pakai waduk Panglima Besar Jenderal Sudirman. Dua persoalan lingkungan berbeda, tapi berujung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[117,143,144,141,142],"class_list":["post-308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","tag-banjarnegara","tag-bata-merah","tag-bata-ringan","tag-limbah-sungai","tag-waduk-mrica"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=308"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/308\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infoseputarbanjarnegara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}