Kolaborasi PPPA Darul Quran Lampung dan SurviveFUP_GUP Lampung Bagikan 300+ Masker Gratis untuk Lindungi Warga Bandar Lampung dari Dampak Erupsi Anak Krakatau

Nasional

Bandar Lampung — Kepedulian terhadap kesehatan warga di tengah ancaman pascaerupsi Anak Gunung Krakatau diwujudkan lewat kerja sama antara PPPA Darul Quran Lampung dan SurviveFUP_GUP Lampung. Melalui program SIGAP (Santri Siaga Bencana), kedua pihak menggelar aksi pembagian masker gratis di berbagai titik strategis Kota Bandar Lampung sebagai langkah pencegahan menghadapi kemungkinan turunnya kualitas udara. (7/9)

Kegiatan ini merupakan bagian dari respons cepat bencana yang bertujuan melindungi masyarakat agar tetap aman saat beraktivitas sehari-hari. Erupsi Anak Gunung Krakatau berpotensi menyebarkan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan, sehingga penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang krusial.

Lebih dari 300 masker medis KN95 dan masker medis khusus hijab dibagikan kepada masyarakat. Prioritas diberikan kepada kelompok yang banyak beraktivitas di ruang terbuka, seperti pengemudi ojek online (Gojek), pedagang, penjual, tukang parkir, serta warga umum yang berada di kawasan publik.

Tim relawan dari PPPA Darul Quran Lampung bersama SurviveFUP_GUP Lampung menyalurkan masker secara langsung di enam lokasi utama, yaitu Pasar Gintung, Pasar Bambu Kuning, Flyover Bumi Kedaton, Flyover Pahoman, Pasar Simpur, dan Pasar Tugu. Mereka menyapa warga secara personal agar bantuan tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

Selain menyalurkan bantuan, aksi ini juga menyampaikan pesan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan di kondisi pascabencana. Relawan mengimbau masyarakat untuk tetap memakai masker saat berada di luar rumah, khususnya di area yang berisiko terkena debu dan penurunan kualitas udara.

Program SIGAP menjadi bukti komitmen PPPA Darul Quran Lampung dalam menghadirkan aksi kemanusiaan yang cepat, tanggap, dan bermanfaat. Sementara SurviveFUP_GUP Lampung memperkuat semangat kolaborasi antar komunitas dalam membangun kepedulian sosial dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap semakin banyak masyarakat dan komunitas yang ikut serta dalam gerakan kemanusiaan, sehingga semangat gotong royong terus tumbuh dalam menghadapi berbagai situasi bencana maupun kondisi darurat lainnya.