Ritual Adat Ujungan Gumelem
Ritual Adat Ujungan Gumelem bukan sekadar sebuah pertunjukan seni, melainkan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun selama lebih dari 350 tahun oleh masyarakat Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
Ujungan merupakan upacara adat meminta hujan yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris. Konon, tradisi ini bermula dari konflik antar petani yang saling berebut air saat musim kemarau panjang. Alih-alih terus bertikai, para leluhur mengubah pertengkaran tersebut menjadi sebuah ritual adu kekuatan yang kemudian diakhiri dengan doa bersama. Sejak saat itu, Ujungan menjadi sarana munjung (memohon) kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera menurunkan hujan dan mengakhiri kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, dua pria dewasa saling berhadapan membawa sebatang rotan. Mereka saling memukul dengan sasaran utama di bagian tubuh dari pinggang ke bawah, diiringi musik tradisional. Meskipun tampak keras, ritual ini tidak dilandasi amarah atau dendam. Justru semakin banyak darah yang keluar, semakin besar keyakinan masyarakat bahwa hujan akan segera turun sebagai berkah.
Di balik aksi fisik tersebut, Ujungan menyimpan nilai-nilai luhur: kebersamaan, sportivitas, penghormatan terhadap alam, serta semangat gotong royong. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi kesulitan, masyarakat harus bersatu dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan saling bermusuhan.
Kini, Ritual Adat Ujungan Gumelem terus dilestarikan sebagai bagian penting dari identitas budaya Banjarnegara. Selain sebagai ritual, ia juga menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian warga dan wisatawan.
Mari, masyarakat Gumelem dan seluruh warga Banjarnegara, bersama-sama hadir:
Jumat, 25 September 2026
14.00 WIB s.d. selesai
Lapangan Krida Manunggal, Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan
Acara ini GRATISS
Mari berdoa untuk memohon turunnya hujan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi, merawat budaya, dan melestarikan warisan leluhur Banjarnegara.
#Ujungan #RitualAdatUjungan #Gumelem #Banjarnegara
