Menggali Potensi Desa, Menyerap Aspirasi Masyarakat: Wanadadi Jadi Bagian dari Riset UGM
WANADADI — Setiap desa memiliki cerita, potensi, persoalan, dan kebutuhan yang tidak selalu dapat terlihat dari angka-angka. Karena itu, mendengarkan masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana sebuah desa dapat berkembang sesuai dengan karakter dan potensinya.
Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terfokus mengenai potensi Desa Wanadadi yang diselenggarakan oleh Tim Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Jumat (25/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian proses identifikasi yang telah dilakukan tim peneliti selama kurang lebih 10 hari sejak 10 September 2026 di Desa Wanadadi, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara.
Selama proses tersebut, tim peneliti melakukan penggalian informasi secara langsung untuk memahami berbagai potensi, kondisi sosial, aktivitas ekonomi, kelembagaan, sekaligus dinamika yang berkembang di tengah masyarakat Desa Wanadadi.
FGD kemudian menjadi ruang untuk memperdalam berbagai temuan tersebut dengan menghadirkan perwakilan Pemerintah Desa Wanadadi serta berbagai kelompok sosial dan ekonomi masyarakat.
Menariknya, diskusi dilaksanakan dalam dua sesi terpisah, yakni kelompok perempuan dan kelompok laki-laki. Pembagian ini memberikan ruang yang lebih leluasa bagi masing-masing kelompok untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, kebutuhan, maupun persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dari ruang-ruang diskusi tersebut, berbagai perspektif masyarakat menjadi bagian penting dalam proses identifikasi potensi Desa Wanadadi.
Desa Wanadadi merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara yang dipilih dalam kegiatan penelitian tersebut. Kehadiran tim peneliti UGM sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam melihat pembangunan dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan warga.
Lebih dari sekadar menggali potensi, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan identifikasi yang mampu menggambarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat secara lebih utuh.
Harapannya, berbagai temuan tersebut dapat menjadi salah satu bahan untuk mendorong kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif dan bottom-up, di mana gagasan dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan.
Sebab, pembangunan desa tidak hanya tentang apa yang direncanakan dari atas.
Tetapi juga tentang apa yang dirasakan, dibutuhkan, dan diimpikan oleh masyarakat dari bawah.
Dari Wanadadi, suara masyarakat menjadi bagian dari upaya menemukan potensi dan merumuskan arah pembangunan desa yang lebih sesuai dengan karakter serta kebutuhan warganya.
