Dari Limbah Bermasalah Jadi Berkah Satu Cita-Cita Banjarnegara

Bata merah bisa dibuat dari limbah di desa Petir atau sedimen di waduk Mrica Banjarnegara

Oleh: Brave

BANJARNEGARA — Ada dua tumpukan limbah lumpur di Banjarnegara yang selama ini dianggap masalah. Satu berasal dari sisa cucian pasir putih di Desa Petir di Kecamatan Purwanegara yang mengancam aliran sungai. Satu lagi dari sedimentasi dari Sungai Serayu yang menggerus umur pakai waduk Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Dua persoalan lingkungan berbeda, tapi berujung pada solusi yang serupa. Pemecahan masalah yang sedang dijajaki adalah diolah menjadi bahan baku batu bata melalui tangan para pengrajin bata Panggisari, Mandiraja.

Kesamaan ini diduga bisa menjadi persaingan dagang bata pada akhirnya. Peristiwanya mirip seperti tetangga hasil Salak, ikut tanam Salak. Tetangga sukses panen Cabai ikut tanam Cabai. Tetangga laris jualan candil ikutan jual candil.

Hasil Penelitian Pemanfaatan Limbah

Berbeda dengan petani atau pedagang kecil yang usahanya dimulai dengan nekat dan coba-coba. Usaha pemanfaatan limbah lumpur di Petir dan Mrica sudah melalui pengkajian para ahli. Nastain dan Paulus Setyo Nugroho menuangkan hasil penelitian dalam jurnal berjudul ‘Pemanfaatan Sedimen Waduk Mrica Untuk Bahan Baku Bata Merah.

Sementara melalui Buletin Sumber Daya Geologi, Vol 11 No 2 (2016), Ghusni Ansori dan Gurharyanto menulis penelitian tentang pasir putih desa Petir. Melalui Jurnal yang berjudul ‘Pemanfaatan Felspar Desa Wanadri, kecamatan Bawang Dan Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara Untuk Pembuatan Bata Ringan’, mereka menemukan kandungan yang cocok untuk produksi bata ringan atau hebel.

Dua penelitian mengarah solusi limbah jadi bahan bangunan. Padahal justru seharusnya pemecahan masalah di desa Petir dan Waduk Mrican bisa menjadi bukti bahwa satu masalah lingkungan bisa dijawab dengan lebih dari satu solusi, tanpa harus saling menyalip rezeki.

Arahan Para Pejabat Banjarnegara

Limbah cucian pasir putih diarahkan Wakil Ketua DPRD Banjarnegara Bambang Suparno menjadi bata merah untuk kebutuhan bangunan. Namun dengan tekstur lebih halus dan kuat, disarankan supaya menjadi bata tempel dan bata hias yang bernilai lebih tinggi.

Sementara sedimen Waduk Mrica lewat pelatihan yang digagas Disperindagkop UKM dan didampingi Quality Control dari CV Bata Kingdom Temanggung juga dibuat menjadi bata. Melalui arahan Kepala Bidang Perindustrian Yusep Handoko, menyarankan hasil produksi menjadi bata ekspos dan bata tempel berstandar ekspor. Sebuah produk bernilai estetika tinggi dengan harga jual yang juga lebih tinggi.

Bata biasa yang biasa dibuat oleh produsen bata di Panggisari digunakan untuk isi dinding bangunan. Satu untuk dinding dekoratif bernilai jual premium. Sama-sama dari limbah, dan sepertinya seperti yang diduga akan berujung rebutan pasar yang sama.

Alternatif Penggunaan Limbah Supaya Tidak Berebut Pasar

Maman Fansyah, Ketua Pembina Serayu Network menyebutkan bahwa endapan lumpur (sedimen) berpotensi menjadi bahan keramik.

“Baru potensi bisa. Pernah ke Klampok, kami dorong mereka uji coba, tapi belum ada tindak lanjut,” ungkap Maman.

Penelitian Chusni Ansori dan Gurharyanto menemukan bahwa ada kandungan Silika (SiO2) hingga 60%. Silika selain menjadi bahan utama bata ringan juga bisa jadi bahan Chip komputer.

Harga Silika karungan hanya Rp 2.500 – 5.000 per kilogram. Seandainya diolah jadi Silikon murni grade A, harganya bisa tembus Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan pada kemurnian 99.999999% sebagai bahan baku chip terjual Rp 2.475 – 2,6 juta per 100 gram di eBay. Sementara kalau sudah dicetak jadi semikonduktor, harganya kembali berlipat dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Silika juga berpotensi menjadi pelapis mobil, bahan untuk penelitian (silika gel), penyaring air, kaca dan keramik tahan panas, hingga cetakan logam.

Bermain cantik dalam dagang Batu bata

Pentingnya Hilirisasi Sumber Daya Alam

Di sinilah letak pelajaran pentingnya hilirisasi limbah tidak boleh berhenti pada “bisa diubah menjadi bata”. Sebaiknya melangkah ke pertanyaan berikutnya bata jenis apa, untuk siapa, dan dijual ke mana. Atau mau melakukan hilirisasi lebih jauh, misalkan mengubahnya menjadi silikon semikonduktor.

Tanpa diferensiasi ini, inisiatif baik bisa saling menjegal di pasar yang sempit. Dengan diferensiasi, keduanya justru saling melengkapi dan memperbesar kue ekonomi pengolahan lumpur di Banjarnegara secara keseluruhan.

Tantangannya nyata dan sama-sama sederhana mesin dan sumber daya manusia. Program Bambang masih menanti satu mesin lagi untuk mengangkat 70 persen sisa limbah. Pada bagian produksi bata merah, Program Yusep masih menanti dukungan pembiayaan mesin pengolah tanah dan mesin cetak setelah pelatihan usai. Ini pekerjaan rumah bersama yang seharusnya dijawab dengan sinergi, bukan duplikasi anggaran untuk hal yang sama.

Banjarnegara punya kesempatan menjadi contoh bagaimana problem lingkungan dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan berdampingan. Setiap klaster pengrajin dibiarkan menemukan nichenya sendiri. Bata untuk dinding umum. Bata hias untuk pasar bernilai tambah. Atau bahkan bahan baku keramik dan semikonduktor.

Beragam jalan untuk satu tujuan yaitu mengubah beban sungai dan waduk menjadi berkah bagi warganya sendiri.***

 

Brave adalah praktisi dagang selama 22 tahun di Banjarnegara.

 

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, sebagai bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih. Suahasil dipercaya memimpin Kementerian Keuangan untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Pengangkatan Suahasil tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029.

Melalui keputusan tersebut, Presiden Prabowo memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan sekaligus mengangkat Prof. Suahasil Nazara, Ph.D. sebagai Menkeu yang baru. Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026 dan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo.

 

Banjarnegara Bidik Peringkat Tujuh Besar di Porprov Jateng 2026 dengan 326 Atlet

Banjarnegara – Kabupaten Banjarnegara mematok target masuk tujuh besar klasemen Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, sebanyak 326 atlet dan pelatih disiapkan menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi yang berlangsung di Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026.

Kontingen daerah telah dikukuhkan secara resmi sebagai bagian dari rangkaian persiapan. Pada kesempatan yang sama, Muhammad Ali dilantik menjadi Komandan Kontingen Banjarnegara di Pendopo Dipayuda Adigraha Minggu (13/9).

Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong menyatakan bahwa seluruh kontingen telah melalui program pembinaan dan latihan yang digelar di masing-masing cabang olahraga. Kekuatan utama terdiri atas 237 atlet dan 72 pelatih yang akan bertanding di 34 cabang, sehingga totalnya mencapai 309 orang.

Selain itu, daerah ini juga mengirimkan tim futsal putri berstatus ekshibisi yang diperkuat 11 atlet beserta tiga pelatih. Dengan tambahan tersebut, keseluruhan personel yang dibawa mencapai 326 atlet dan pelatih. Jumlah ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing sekaligus mengejar posisi tujuh besar.

Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengingatkan para atlet yang sudah dikukuhkan agar tampil maksimal dan menjaga reputasi daerah. Ia menilai mereka sebagai duta olahraga yang membawa harapan masyarakat ketika bertanding di tingkat provinsi.

“Yang penting berjuang demi menjadi yang terbaik, soal hasil akhir serahkan kepada Tuhan. Ingat minta doa restu orang tua dan semangat berlatih serta menjaga nama baik Banjarnegara,” kata Amalia.

Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal semangat dan sportivitas bagi seluruh kontingen. Dengan persiapan yang terus disempurnakan, Banjarnegara siap bersaing di Semarang Raya. Target tujuh besar kini menjadi perjuangan bersama atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh elemen pendukung.

Tarian Kolosal Jejak Langit Warnai Pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Hadirkan Kisah Pencerahan Islam di Tanah Jawa

Semarang –

Ratusan penari sukses membawa penonton menelusuri jejak panjang masuknya Islam ke Jawa lewat pertunjukan spektakuler berjudul Jejak Langit di Atas Tanah Jawa. Acara yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) ini menjadi salah satu hiburan utama pembukaan MTQ Nasional XXXI.

Menurut Koordinator Program Studi Pendidikan Sendratasik FBS Unnes, Eny Kusumastuti, pagelaran ini bukan sekadar tarian. Ia merangkai sejarah, budaya, dan pesan spiritual tentang Islam sebagai cahaya pencerahan di tanah Jawa.

Cerita dibuka dengan gambaran kehidupan masyarakat Majapahit yang digambarkan makmur di bawah sosok Brawijaya. Alur kemudian beralih ke kedatangan Cheng Ho, dinamika perdagangan, hingga munculnya Sunan Kalijaga sebagai pembawa cahaya. “Ada sedikit kegelisahan di masyarakat, lalu datang pencerahan dari Sunan Kalijaga yang menandai hadirnya Islam di wilayah Semarang,” jelas Eny.

Permainan cahaya dan simbol lentera menjadi penegas alur. Dari suasana gelap berangsur terang, hingga lentera-lentera itu tersusun membentuk lafal Allah SWT. “Cahaya itu menyinari tanah Jawa, menandakan Islam membawa pencerahan,” ujarnya.

Unsur budaya khas Semarang juga diangkat, mulai dari kapal Cheng Ho, kipas, barongsai, liong, hingga bedhaya dan gambaran kehidupan petani. Kolaborasi ini menampilkan akulturasi budaya Tionghoa-Jawa yang khas kota pelabuhan tersebut.

Sebanyak 300 penari dilibatkan, terdiri atas 281 mahasiswa Pendidikan Sendratasik Unnes dan 19 penari dari ISI Surakarta. Persiapan relatif singkat, dimulai 8 Agustus 2026 dengan sekitar 20 kali latihan.

Selain tarian kolosal, malam pembukaan juga diisi tari Saman, aksi bersama menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan Rekor Muri, serta penampilan penyanyi religi Opick. Acara ini mempertemukan kafilah dari 38 provinsi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa MTQ di Semarang tidak hanya ajang lomba tilawah dan hafalan Al-Qur’an. “Ini momentum persatuan dan kedamaian. Setelah 47 tahun, MTQ kembali digelar di Pulau Jawa sejak 1979,” katanya. Kehadiran kepala daerah dari berbagai wilayah dinilai sebagai bukti semangat kebersamaan lintas latar belakang.

Bencana Sebagai Alarm Kerusakan Lingkungan

Bahaya geologis pada suatu wilayah dapat terjadi secara alami maupun sebagai akibat dari perubahan fungsi dan morfologi lahan. (Wahyuzi et al., 2024), menegaskan bahwa perubahan penggunaan lahan yang tidak memperhatikan kaidah lingkungan dan teknik berkelanjutan dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana. Dalam konteks Indonesia, kondisi topografi yang didominasi oleh kawasan perbukitan dan pegunungan menjadikan tanah longsor sebagai salah satu bencana yang paling sering terjadi, khususnya pada musim hujan.

Secara ilmiah, tanah longsor merupakan fenomena alam berupa pergerakan massa tanah untuk mencapai keseimbangan baru akibat adanya gangguan dari luar. Gangguan tersebut dapat berupa meningkatnya tekanan air di dalam tanah, berkurangnya kuat geser tanah, serta bertambahnya beban pada lereng Suryolelono, (2002 dalam Apriyono, 2009). Pada kondisi alami, sistem ekosistem sebenarnya memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan tersebut. Namun, ketika terjadi perubahan fungsi dan bentuk lahan secara signifikan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan, potensi terjadinya longsor meningkat secara drastis.

Dalam perspektif ekologi, bencana seperti tanah longsor tidak sepenuhnya dapat dipahami sebagai peristiwa alam murni. Barry Commoner dalam bukunya The Closing Circle menjelaskan bahwa bencana dapat dikonstruksi secara sosial melalui empat prinsip dasar hukum ekologi.

Pertama, everything is connected to everything else, yang berarti seluruh komponen ekosistem saling terhubung. Ketika hubungan antara komponen biotik dan abiotik terganggu misalnya akibat deforestasi di wilayah pegunungan, maka kemampuan tanah untuk menyerap air menurun dan limpasan air permukaan meningkat, sehingga memperbesar risiko longsor.

Kedua, everything must go somewhere. Dalam sistem ekologi, tidak ada unsur yang benar-benar hilang. Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah akan mengalir ke tempat lain apabila daya serap tanah menurun. Peningkatan limpasan air permukaan di wilayah hulu akan berujung pada kenaikan debit sungai dan mempercepat proses erosi di sepanjang bantaran masyarakat. Peoses ini secara perlahan namun pasti melemahkan struktur lereng.

Ketiga, nature knows best. Alam memiliki mekanisme pemulihan sendiri untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, intervensi manusia yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek melalui pembukaan hutan, ekspansi pertanian, dan kegiatan ekstraktif sering kali mengganggu mekanisme tersebut. Ketika kapasitas pemulihan alam terlampaui, ekosistem menjadi rapuh dan rentan terhadap bencana.

Keempat, there is no such thing as a free lunch. Setiap sumber daya yang diekstraksi memiliki biaya, termasuk biaya ekologis. Ekspansi pertanian dan pertambangan secara masif tanpa perhitungan matang mungkin memberikan keuntungan ekonomi, tetapi kerusakan lingkungan dan bencana yang menyertainya adalah harga yang harus dibayar oleh masyarakat.

Kerangka ini, relevan untuk memahami bencana tanah longsor yang beberapa waktu lalu massif terjadi di berbagai penjuru negeri, tak terlepas di Kabupaten Banjarnegara.

Data menunjukkan bahwa luas tutupan hutan di Kabupaten Banjarnegara mengalami penyusutan signifikan sejak tahun 2009 hingga 2022 akibat alih fungsi hutan menjadi permukiman, pertambangan, dan pertanian. Penyusutan tutupan hutan ini menimbulkan berbagai dampak ekologis, antara lain degradasi tanah, pencemaran mata air, peningkatan limpasan air permukaan, serta meningkatnya potensi terjadinya bencana alam. Kondisi tersebut diperkuat oleh temuan Hayashi dan Fujiwa (2025) yang menyatakan bahwa dominasi pertanian semusim di wilayah pegunungan Banjarnegara meningkatkan kerentanan tanah. Akar tanaman yang dangkal serta akumulasi air yang tinggi pada musim hujan membuat lereng semakin tidak stabil dan rentan terhadap longsor.

Reksa Budaya: Rayakan HUT ke-29 Banjarnegara Scooter Club

Dalam rangka peringatan HUT ke-29 Banjarnegara Scooter Club (road to 3 dekade), komunitas scooteris Banjarnegara mengajak seluruh pecinta Vespa dan scooter untuk meramaikan acara spesial bertajuk “REKSA BUDAYA”.

Acara ini digelar tidak hanya sebagai perayaan ulang tahun komunitas, tetapi juga sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan budaya sekaligus mendorong pariwisata lokal, khususnya di Kabupaten Banjarnegara. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Banjarnegara Scooter Club berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara

 

Acara akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 26 September 2026

Melalui “Reksa Budaya”, diharapkan para scooteris tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga warisan budaya serta mengenalkan potensi wisata Banjarnegara kepada lebih banyak orang.

Seluruh scooteris diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan meramaikan suasana. Kehadiran kalian akan membuat acara ini semakin meriah dan bermakna.

 

Support:

@disparbudbanjarnegara

@ikamura_bna

@resikresikmasjidbanjarnegara

Media Partner:

@maximax_event_pro

@moedamoedi.id

@infoseputarbanjarnegara

 

#vespa #budaya #pariwisata #ReksaBudaya #BanjarnegaraScooterClub

 

Bakat Istimewa Zainab, Bocah 7 Tahun di Punggelan yang Jago Gambar Komik Pakai Pulpen

Banjarnegara –

Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun, Zainab Ilmi Nafiah binti Teguh sudah menunjukkan bakat yang menarik di bidang seni menggambar.

Siswi kelas 1 MI Al Fatah Banjarnegara Cabang Sigeblog yang berasal dari Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, ini mampu menghasilkan ilustrasi bergaya komik dengan detail yang cukup mengesankan. Menariknya, gambar-gambar tersebut dibuat hanya menggunakan sebuah pulpen.

Berbeda dengan kebanyakan anak seusianya yang masih terbiasa membuat sketsa menggunakan pensil, Zainab justru berani langsung menggambar menggunakan tinta. Ia tidak membuat pola terlebih dahulu dan tidak mengandalkan penghapus ketika ada bagian yang kurang sesuai.

Goresan demi goresan dibuat dengan penuh perhatian. Karakter, ekspresi wajah, bentuk tubuh, pakaian, hingga ornamen pendukung dalam gambar mampu ia susun menjadi sebuah ilustrasi yang memiliki cerita.

Menggambar langsung dengan pulpen tentu membutuhkan keberanian dan ketelitian. Sebab, setiap kesalahan goresan tidak bisa begitu saja dihapus. Namun, kondisi tersebut rupanya tidak membuat Zainab berhenti berkarya.

Bakat tersebut menjadi salah satu tanda bahwa kreativitas dan imajinasi Zainab terus berkembang. Dari ide sederhana yang ada di kepalanya, ia mampu mengubahnya menjadi gambar dengan gaya yang menjadi ciri khasnya sendiri.

Pelajar Banjarnegara Go Internasional Lewat Prestasi Cyber Security

BANJARNEGARA — Prestasi membanggakan kembali datang dari kalangan pelajar Banjarnegara. Athoru Safaroza Arthuro, siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 3 SMK Panca Bhakti Banjarnegara, berhasil menunjukkan kemampuannya di bidang keamanan siber hingga mendapat apresiasi dari sejumlah institusi di dalam maupun luar negeri.

Selain aktif mengikuti kompetisi, Athoru juga menekuni dunia ethical hacking melalui program responsible disclosure. Ia melaporkan celah keamanan yang ditemukan kepada pihak terkait secara etis dan bertanggung jawab, sehingga kerentanan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

Sejumlah pencapaian yang berhasil diraih Athoru antara lain mendapat sertifikat apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) setelah menemukan miskonfigurasi pada Google Drive yang terhubung dengan situs BMKG dan berpotensi membuka akses terhadap dokumen internal.

Di tingkat internasional, Athoru juga menemukan celah Broken Link Hijacking pada platform Bugcrowd yang berkaitan dengan University of California, San Diego, Amerika Serikat. Ia juga melaporkan kerentanan serupa pada sistem Department of Homeland Security (DHS) Amerika Serikat.

Sementara di dalam negeri, Athoru menemukan Broken Access Control dan potensi kebocoran data pribadi (Personally Identifiable Information/PII) pada sistem milik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta melalui program CSIRT.

Ia juga berhasil mengidentifikasi kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) pada sistem Dinkominfo Kabupaten Purbalingga.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelajar daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di bidang teknologi. Dari Banjarnegara, Athoru membuktikan bahwa kemampuan di dunia keamanan siber dapat dikembangkan sejak bangku sekolah dan memberikan kontribusi nyata terhadap keamanan ruang digital.

Pihak SMK Panca Bhakti Banjarnegara turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Prestasi Athoru diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan teknologi, serta menggunakannya secara positif dan bertanggung jawab.

Jateng Dukung NIK Jadi Identitas Tunggal untuk Integrasi Layanan Publik

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepenuhnya mendukung penguatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Single Identity Number atau identitas tunggal. Dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan fotokopi KTP saat mengakses berbagai layanan publik.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI. Kunjungan tersebut terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Rabu (9/9/2026).

Menurut Taj Yasin, identitas tunggal dibutuhkan untuk mengintegrasikan beragam layanan sekaligus menghilangkan data yang berulang. Integrasi ini juga menjadi landasan penting bagi tata kelola pemerintahan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung Single Identity Number (SIN). Adanya identitas tunggal untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik, dan mengeliminasi redundansi data,” ujarnya.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki fondasi menuju penerapan identitas tunggal melalui NIK, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat, KTP elektronik, biometrik, serta Identitas Kependudukan Digital (IKD). Namun, implementasinya masih perlu diperkuat, terutama dari sisi infrastruktur dan jaringan, kompetensi sumber daya manusia, keterhubungan antarsistem, serta kualitas dan pemutakhiran data. Apalagi Jawa Tengah memiliki basis data kependudukan yang besar.

Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I 2026, jumlah penduduk Jawa Tengah mencapai 38,7 juta jiwa. Angka ini menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dari total tersebut, perekaman KTP elektronik di Jawa Tengah hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai 29,2 juta atau 99,01 persen. Sementara pencetakan KTP elektronik mencapai 29,1 juta atau 98,82 persen.

Lowongan Kerja Waiter & Barista – Seoul Korean Food Banjarnegara

Seoul Korean Food, restoran Korean food yang menghadirkan menu enak, halal, dan affordable di Ruko PJKA Parakancanggah, Banjarnegara, sedang membuka lowongan untuk posisi Waiter & Barista. Kami mencari talenta muda yang energik, ramah, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan. Jika kamu menyukai dunia F&B dan ingin berkembang bersama tim yang solid, kesempatan ini sangat cocok untukmu!

Persyaratan:

•  Pria

•  Usia 18–25 tahun

•  Penampilan menarik, rapi, dan good looking

•  Rajin, jujur, disiplin, serta cekatan dalam bekerja

•  Memiliki pengalaman di bidang Food & Beverage lebih diutamakan

Tanggung Jawab:

•  Melayani pelanggan dengan ramah, sopan, dan profesional

•  Mengambil pesanan serta menyajikan makanan dan minuman dengan cepat

•  Menjaga kebersihan area kerja, meja, dan peralatan

•  Membantu operasional barista dalam pembuatan minuman

•  Memberikan pengalaman makan yang menyenangkan dan berkesan bagi setiap tamu

Cara Melamar: Kirimkan berkas lamaran lengkap yang berisi surat lamaran, CV, foto close-up & full body, serta dokumen pendukung lainnya.

Kirim ke alamat:

Seoul Korean Food

Ruko PJKA Parakancanggah, Banjarnegara

Atau kirim dalam format PDF ke WhatsApp: 0852-2743-7271